Efek Bermain Game Pada Otak Manusia

Bisakah Game Berpengaruh Pada Kesehatan?

Perkembangan teknologi tidak hanya membawa kita kepada kemajuan dalam hal-hal yang berbau ilmu pengetahuan yang bersifat formal saja. Perkembangan teknologi ternyata telah membawa kita terhadap hal untuk sekedar bersenang-senang. Caranya tentu saja lewat konsol game yang sejak pertama kali diluncurkan hingga saat ini masih saja mengalami perkembangan.

Game konsol terus mengalami perkembangan

Game konsol terus mengalami perkembangan

Sebut saja Nintendo, Sega, Playstation, Xbox dan masih banyak lagi. Berbagai produsen game konsol tersebut bahkan terus menyempurnakan produk ciptaan mereka hingga saat ini. Mulai dari anak-anak bahkan hingga orang dewasa jaman sekarang masih saja menggemari permainan game konsol. Bahkan dari ketertarikan orang-orang terhadap game konsol terkadang bisa menjurus ke hal  negatif.

Biar bagaimanapun, permainan video game tentu memiliki efek bagi seseorang. Tentu saja tidak hanya tentang efek negatif saja, kegiatan memainkan video game juga memiliki pengaruh positif bagi yang memainkan. Disinilah terbagi dua pihak yang mana salah satu pihaknya menyebut bermain video game memiliki manfaat. Sedangkan pihak yang satunya justru memandang sebaliknya.

Pengaruh Video Game Bagi Otak Manusia

Video game selalu dikaitkan dengan anak-anak, pernyataan tersebut tidak 100% salah. Sebab sebuah penelitian menyebutkan pada tahun 2016 mencatat bahwa rata-rata usia pemain video game ternyata meningkat. Kini tidak hanya anak-anak saja, melainkan mereka yang berusia produktif juga seperti kecanduan bermain game. Saking luar biasanya pesona yang ada pada game, akhirnya timbul pertanyaan ‘apakah video game berpengaruh pada otak?’.

Efek Bermain Game Pada Otak Manusia

Efek Bermain Game Pada Otak Manusia

Sebuah riset pun dilakukan dengan untuk mengetahui pengaruh video game pada otak dan perilaku manusia. Adalah seorang penulis review di Jurnal Frontiers in Human Neuroscience, Marc Palaus bersama teman-temannya me-review 116 penelitian ilmiah, untuk mencari tahu adanya perubahan struktural pada otak manusia akibat game. Selain itu Palaus juga melakukan 100 penelitian tentang perubahan pada fungsi otak atau perilaku.

“Selama bertahun-tahun media menciptakan berbagai klaim mengenai video game dan dampaknya pada kesehatan dan kegembiraan orang, game kadang-kadang dipuji kadang dicaci, tapi tanpa data pendukung,” ujar Palaus saat diwawancara sebuah media berita online

Dampak Game Bagi Kesehatan Manusia

Dengan semakin mudahnya seseorang mendapatkan akses bermain video game di jaman sekarang ini, tentu memperbesar resiko adanya dampak negatif dari video game. Kini jika ingin bermain game, seseorang tidak perlu repot-repot ke warnet, rental atau bahkan membeli game konsol yang mahal. Hanya tinggal mendownload saja, maka game pun bisa dimainkan dari smartphone.

Dampak Buruk Game bagi Kesehatan

Dampak Buruk Game bagi Kesehatan

Maka dari itu timbulah berbagai macam efek negatif yang diakibatkan oleh kecanduan bermain game. Berikut adalah masalah kesehatan yang bisa timbul akibat kecanduan video game:

  • Mata Lelah
    Mata merupakan elemen utama dalam bermain video game. Ketika kita bermain game, mata akan terus-menerus diforsir untuk menatap visualisasi game tersebut. Hal ini lah yang bisa membuat mata kita menjadi lelah.
  • Wasir/Ambeien
    Orang yag kecanduan bermain video game biasanya bisa duduk berjam-jam untuk menyelesaikan permainan mereka. Ini dapat menyebabkan peredaran darah tidak lancar di daerah anus tidak lancar sehingga terjadi wasir atau ambeien.
  • Metabolisme Menurun
    Minimnya aktifitas fisik ketika bermain video game membuat metabolisme menjadi turun. Efek jangka panjang dari hal ini antara lain menyusutnya otot, obesitas, sakit pinggang hingga menurunnya sistem imunitas yang membuat jadi mudah terkena penyakit.
  • Sindrom Carpal Tunnel
    Carpal Tunnel merupakan semacam cedera otot tangan. Biasanya ditandai dengan kesemutan, mati rasa, kelemahan pada pergelangan tangan dan jari. Tekanan dan ketegangan saraf di bagian pergelangan tangan merupakan penyebab seseorang terkena sindrom yang satu ini.